Minggu, 13 Desember 2009
STUDY KELAYAKAN USAHA DAN RENCANA PEMASARAN
STUDY KELAYAKAN USAHA DAN RENCANA PEMASARAN
Pendahuluan
Studi Kelayakan Kegiatan adalah suatu rangkaian penelitian yang dilakukan dengan kriteria dan metoda tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran penilaian atas usulan kegiatan.Pada tahap ini akan dilakukan kajian dan analisis dari berbagai aspek pelaksanaan kegiatan. Dalam pelaksanaan studi kelayakan, manfaat dan risiko dari kegiatan yang akan diusulkan diperhitungkan dengan rinci. Manfaat langsung maupun tidak langsung akan diidentifikasi dan dihitung secara kualitatif dan kuantitatif. Risiko yang mungkin terjadi akibat pelaksanaan kegiatan harus diidentifikasi dan diperhitungkan, termasuk langkah-langkah antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko tersebut.
A. Analisis Fungsional dan Analisis Ekonomi
Kelayakan teknis/ Fungsional adalah gambaran kondisi teknis dari rencana kegiatan yang memperhitungkan unsur keteknikan (engineering) dan non-keteknikan (misal: ketersediaan material dan kemudahan pelaksanaan) sehingga suatu kegiatan Dapat dilaksanakan.Kajian kelayakan teknis yang dilakukan mencakup:
1. Prediksi kebutuhan suatu kegiatan dalam mencapai sasaran pada jangka waktu tertentu beserta alternatif scenario dan analisis sensitivitas yang akan menjelaskan besaran dan tingkat kebutuhan atas usulan kegiatan yang dikaji secara teknis dalam rentang waktu tertentu.
2. Pra-desain yang berisi informasi teknis yang cukup untuk memprediksi besaran biaya yang diperlukan selama kegiatan tersebut dirancang hingga diimplementasikan.
Kajian Analisa ekonomi adalah gambaran atas efisiensi penggunaan sumber daya (input) dengan manfaat (outcomes) yang diperoleh dalam pelaksanaan rencana kegiatan. Kelayakan ini mencakup aspek sosial, lingkungan dan/atau ekonomi dengan memperhitungkan biaya yang dikeluarkan karena adanya kesempatan yang hilang (opportunity cost) dari penggunaan sumber daya maupun manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan.Kajian kelayakan ekonomi berisi analisis secara kuantitatif perkiraan hasil dari kegiatan yang diusulkan. Analisis tersebut dapat memperhitungkan faktor pengembalian investasi dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi serta membandingkan tingkat keefektifan dari kegiatan tersebut selama waktu layan (service time) dengan beberapa alternative skenario penggunaan sumber daya yang ada.Kajian kelayakan ekonomi yang dilakukan mencakup:
1. Analisis dampak lingkungan akibat pelaksanaan kegiatan yang dikuantifikasi menjadi biaya, dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh;
2. Analisis terhadap aspek sosial yang dilakukan dengan memperhitungkan penyebaran manfaat dari kegiatan pada masyarakat di wilayah yang berbeda. Analisis ini juga memperhitungkan faktor alokasi manfaat, tingkat pertumbuhan, dan distribusi dari manfaat secara efisien dalam kurun waktu yang bersamaan;
3. Analisis manfaat dan biaya sosial (Social Cost BenefitAnalysis) untuk mengetahui kegiatan tersebut layak secara ekonomi dan efektif dalam penggunaan sumber daya; dan
4. Hal-hal yang diperhatikan dan menjadi parameter kunci dalam kajian ekonomi adalah Economic Internal Rate of Return (EIRR) dan Net Present Value (NPV). Kedua hal tersebut dapat digunakan sebagai indikator (justification) ekonomi dari suatu kegiatan. NPV juga dapat menggambarkan kebutuhan dukungan finansial berdasarkan kebutuhan pelaksanaan kegiatan (worth of project).
B. Ruang Lingkup Studi Kelayakan dan Rencana Pemasaran
a. Study kelayakan
Study kelayakan usaha / Feasibility Study adalah suatu analisis terhadap viability (diteruskan atau tidak) suatu ide. Fokus dari suatu study kelayakan adalah untuk mampu menjawab pertanyaan penting “should we procced with the proposed project idea?”, sehingga segala aktivitas dalam studi kelayakan bertujuan untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut. Mengetahui lebih awal bahwa suatu ide tidak bekerja sesuai diharapkan akan dapat mencegah penggunaan uang, waktu dan sumber daya secara sia-sia .
Aspek-aspek yang dibahas dalam feasibility study atau Studi Kelayakan Usaha adalah:
1. Aspek Pemasaran yang meliputi: permintaan, penawaran, harga, program dan prakiraan penjualan
2. Aspek Teknis meliputi: study pendahuluan , optimasi skala produksi , ketepatan proses produksi, perlengkapan dan pekerjaan tambahan , penanganan limbah produksi , tata letak produksi, kajian lokasi dan aspek social dari teknologi.
3. Aspek Keuangan meliputi: dana yang diperlukan, sumber-sumber pembiayaan , analisa biaya, pendapatan, rugi laba dan proyeksi keuangan,
4. Aspek Manajemen meliputi: manajemen proyek dan manajemen organisasi dan sumber daya manusia.
5. Aspek Hukum meliputi: bentuk badan hukum atau badan usaha, jaminan terhadap pinjaman dan surat-surat legal.
6. Aspek Sosial dan Ekonomi meliputi: penghasilan negara , devisa yang masuk dan penambahan lapangan kerja.
b. rencana pemasaran
Sebagai seorang Manajer Pemasaran pasti dituntut mampu mempersiapkan rencana pemasaran yang unggul namun mudah dimengerti dan diimplementasikan. Tidak ada gunanya membuat Rencana Pemasaran yang canggih namun sulit diimplementasikan. Singkatnya suatu Marketing Plan harus efektif dan efisien, atau tepat guna.
Untuk itu sebelum merancang dan membuat rencana pemasaran sangat penting menyediakan waktu untuk mempersiapkan karya. Usaha yang lakukan dalam persiapan ini akan sangat menentukan hasil selanjutnya dari Marketing Plan yang akan anda rancang.
Berikut adalah langkah-langkah sederhana namun efektif:
1. Tetapkan tujuan; Menetapkan tujuan berarti memahami untuk apa anda membuat marketing plan. Apakah akan meluncurkan sebuah produk baru? Ingin meningkatkan market share? Ingin meningkatkan profitabilitas? Dan lain sebagainya. Design marketing plan untuk peluncuran suatu produk baru misalnya tentulah berbeda dengan peningkatan market share dari produk yang sudah ada.
2. Analisa faktor internal; Daftarkan faktor-faktor internal yang akan mempengaruhi pembuatan Marketing Plan. Mulai dari yang paling sederhana seperti waktu yang butuhkan, budget dan sumber daya lain yang dibutuhkan. Jangan lupa mendaftarkan pihak-pihak yang akan turut serta beserta data-data yang anda butuhkan nantinya. Segala hal yang berhubungan dengan costing dan product knowledge misalnya harus benar-benar kuasai. Dan itu akan didapatkan dari orang-orang atau pihak yang kompeten di bidang masing-masing.
3. Analisa Faktor eksternal; Daftarkan faktor-faktor eksternal yang perlu anda pelajari. Hal ini bisa berupa data-data lingkungan pasar yang ada pada saat ini. Jika anda membutuhkan data dari agen marketing research, dan musti tentukan agent yang mana dan pikirkan pula alasan anda memilihnya.
4. Tetapkan Langkah-langkah Unggulan & Resiko Yang Mungkin Muncul; Setelah mendaftarkan faktor internal dan eksternal, selanjutnya mendaftarkan langkah-langkah atau program unggulan yang akan ambil. Ini bisa berdasarkan pemikiran yang muncul dari hasil analisa faktor internal dan eksternal. Jangan lupa daftarkan pula resiko yang mungkin muncul jika langkah ini diambil dan bagaimana mengatasinya bila resiko itu benar-benar muncul.
5. Mulai Menyusun Marketing Plan; Kalau langkah 1 sampai 4 sudah lakukan, selanjutnya menyusun marketing plan. Buatkan jadwal atau project plan yang akan menjadi bahan acuan. Minta pendapat dari orang-orang yang akan terlibat dalam program.
Ruang Lingkup Marketing Plan
Marketing plan merupakan bagian dari business plan. Menurut Bygrave, perencanaan pemasaran ini harus melakukan penganalisaan terhadap situasi perusahaan dan lingkungannya, analisa dan penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi juga gambaran sasaran konsumen dan strategi pemasaran yang digunakan.
Inti utama dari pelaksanaan marketing plan ini adalah :
a. Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar
b. Mengembangkan sasaran pemasaran
c. Menetapkan strategi pemasaran
d. Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan
Kriteria marketing plan yang baik adalah :
1. .Berdasarkan fakta dan asumsi yang benar
2. Teknik promosi yang efektif
3. Respon perubahan harga di pasar
4. Jaringan saluran distribusi
5. Keadaan persaingan yang sehat
C. Konsep AIDA+S
Adapun konsep AIDA+S ini dapat diartikan sebagai berikut :
A = attention (perhatian)
I = Interest (tertarik)
D = Desire (keinginan)
A = Action (tindakan)
S = Satisfaction (kepuasan)
Konsep ini berlaku bagi usaha yang kegiatannya menarik konsumen.
Konsep Pemasaran Yang Harus Dilaksanakan terdiri dari:
1. Konsep produk (Product Concept)
• Orientasi pada produk (Product Orientations)
• Orientasi penjualan (Selling Orientations)
• Orientasi pasar (Market Orientations)
• Orientasi tanggungjawab (Responsibilities Orientations)
2. Pendekatan Pemasaran
• Commodity Approach (Pendekatan Komoditas)
• Institutional Approach (Pendekatan Institusional)
• Functional Approach (Pendekatan Fungsional)
3. Komoditi Yang Akan Dipasarkan
• Barang konsumsi
• Barang hasil bumi
• Barang industry
• Jasa
Kesimpulan
Studi Kelayakan Kegiatan adalah suatu rangkaian penelitian yang dilakukan dengan kriteria dan metoda tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran penilaian atas usulan kegiatan.Pada tahap ini akan dilakukan kajian dan analisis dari berbagai aspek pelaksanaan kegiatan. Dalam pelaksanaan studi kelayakan, manfaat dan risiko dari kegiatan yang akan diusulkan diperhitungkan dengan rinci. Manfaat langsung maupun tidak langsung akan diidentifikasi dan dihitung secara kualitatif dan kuantitatif. Risiko yang mungkin terjadi akibat pelaksanaan kegiatan harus diidentifikasi dan diperhitungkan, termasuk langkah-langkah antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko tersebut.Pada pelaksanaan studi kelayakan, dilakukan analisis kelayakan kegiatan dilihat dari berbagai aspek yang terkait dengan instansi pengusul, penerima manfaat, maupun lingkungan dimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Secara garis besar aspekaspek tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, yaitu: kelayakan teknis, kelayakan ekonomi, dan kelayakan finansial.
Daftar Pustaka
• http://www.docstoc.com/docs/6585562/
• http://www.ebahana.com/warta-369-AIDA-Memikat-Pendengar-Anda.html
• http://idbunhalu.info/projectportal/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=346
• http://www.prlog.org/10380195-konsultan-studi-kelayakan-usaha-jasa-consultant-feasibility-study-konsultan-studi-kelayakan.html
• http://www.thesmartmarketing.co.cc/index.php/marketing-plan/2-5-langkah-sederhana-mempersiapkan-marketing-plan-rencana-pemasaran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar